PTPN XII gencarkan pembangkit mikrohidro

Oleh: Adam A Chevny - 14 December 2010 | 2:45 am

BANYUWANGI: PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) akan membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) berkapasitas 128 kilo volt ampere (kVa) senilai Rp5 miliar guna memenuhi kebutuhan energi bagi pemrosesan kakao di Kebun Kendeng Lembu, Banyuwangi.

Manajer Kebun Kendeng Lembu Anis Febriantomo mengatakan menurut rencana  proyek tersebut akan selesai pada pertengahan 2011. Sebelum ada pembangkit baru, menurut kebutuhan listrik di perkebunan tersebut tergantung dengan genset yang menggunakan bahan bakar solar non-subsidi atau sekitar Rp5.000 per liter.

Total biaya operasional genset tersebut, kata dia, rata-rata berkisar antara Rp400 juta – Rp500 juta per tahun. Energi listrik ini untuk pemrosesan kakao sekitar 1.800 ton per tahun serta pengusahaan karet dan industri kayu-kayuan seperti sengon dan mahoni.

“Tahun depa kami akan meningkatkan volume pemrosesan kakao dan untuk itu akan membutuhkan dukungan daya listrikyang lebih besar,” ujar Anis akhir pekan lalu.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya siap membangun PLTMH berkapasitas 128 kVa. Proyek itu diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp5 miliar.

Anis menambahkan persiapan pembangunan PLTMH itu telah didahului dengan studi kelayakan melibatkan dua perusahaan swasta. Menurut dia nantinya pengoperasian PLTMH ini akan dapat menekan biaya daya listrik hingga 50%.

Namun kendalanya, pembangkit tersebut tidak dapat digunakan sepanjang tahun karena terkendala minimnya aliran air saat musim kemarau. Kendati begitu, tandas dia, langkah tersebut  merupakan upaya dari BUMN besangkutan guna menciptakan kemandirian pasokan daya listrik.

bagi memenuhi kebutuhan operasional kebun, termasuk penerangan bagi rumah tinggal di kawasan tersebut

“Komponen daya listrik mencapai 30% dari total biaya produksi kakao dan pemrosesan karet sheet, dan biayanya lebih tinggi lagi seiring peningkatan daya yang digunakan, maka perlu mengoptimalkan potensi aliran air untuk pembangkit mikro hidro,” tutur Anis.

Langkah tersebut sekaligus merupakan upaya kemandirian daya listrik bagi memenuhi kebutuhan operasional kebun, termasuk penerangan bagi rumah tinggal di kawasan tersebut. Sementara listrik produkasi PT PLN diyakini akan naik tarifnya di tahun mendatang.

Kebun Kendeng Lembu yang berlokasi di Kec. Glenmore, Kab. Banyuwangi, merupakan salah satu dari 34 kebun milik PTPN XII. Areal kebun tersebut seluas 3.802 hektare yang dimanfaatkan untuk budidaya kakao edel, kakao bulk, karet dan industri kayu-kayuan.

Menurut Anis, pendapatan Kebun Kendeng Lembu tahun ini di perkiraka mencapai Rp26,5 miliar. Namun, tidak disebutkan berapa total revenue kebun tersebut pada 2009. (maj)

1 Comment

Comments -49 - 0 of 1First« PrevNext »Last
  1. 0

    Mandiri dalam hal energi listrik emang harus, dan harus dilanjutkan……!!!

Comments -49 - 0 of 1First« PrevNext »Last

Leave a Reply

*