Petani apel terancam gagal panen

Oleh: Mohammad Sofii - 16 December 2010 | 9:35 am

BATU: Petani apel di Kota Batu mencemaskan cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini karena dapat  mengancam kelangsungan tanaman apel yang saat sedang berbunga.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan geofisika (BMKG) Karangploso Kab. Malang, menyebutkan empat hingga lima hari ke depan kecepatan angin diperkirakan akan mencapai 30 knot atau lebih dari 45 km/jam. Kecepatan angin tersebut berpotensi menimbulkan gelombang tinggi, dan setelah lima hari ke depan diperkirakan intensitas hujan di berbagai daerah akan tinggi.

”Datangnya angin kencang tersebut disebabkan adanya pergerakan angin yang  dipengaruhi oleh dua tekanan rendah di barat laut Kalimantan dan timur laut Australia atau selatan pulau Jawa,” papar Sutamsi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan geofisika (BMKG) Karangploso.

Sunaryo, salah seorang petani apel di Kec. Bumiaji Kota Batu, mengatakan belakang ini daerahnya kerap diguyur hujan deras yang disertai angin kencang. Jika terjadi dalam waktu relatif lama kondisi tersebut dapat menimbulkan gagal bunga pada tanaman apel.

“Petani jadi cemas gugurnya bunga ini akan membuat petani gagal panen, padahal jika tidak ada cuaca ekstrim empat bulan lagi sudah mulai memasuki masa panen,” tutur Sunaryo Kamis (16/12).

Selain proses pembuahan tertunda, kata dia,  petani apel juga dirugikan dengan besarnya biaya perawatan. Sebagaimana diketahui perawatan tanaman apel seperti penyemprotan itu harus dilakukan mulai pohon akan berbuah, hingga buah tersebut tumbuh besar.

“Proses sampai apel membesar  dan siap panen membutuhkan waktu sekitar tiga sampai lima bulan.”

Menurutnya, kerugian yang dia alami akibat cuaca ekstrim ini sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta. Jika petani memiliki  lahan seluas satu hektare maka tingkat kerugiannya bisa mencapai Rp15 juta -Rp20 juta.

Sementara itu kegagalan panen tersebut pada akhirnya akan mengancam harga komoditas bersangkutan. Saat ini saja, menurut Sunarti, pedagang apel di Pasar Buah Kota Batu, harga apel manalagi yang biasanya Rp15.000 per kg sudah naik menjadi Rp20.000 hingga 25.000 per kg.

Kenaikan tersebut salah satunya dipicu adanya peningkatan jumlah permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru. Sebaliknya pasokan apel di tingkat petani justru mengalami penurunan. (dw)

Leave a Reply

*