DPRD Jatim desak fungsikan kembali jalur rel KA mati

Oleh: Yuristiarso Hidayat - 20 June 2011 | 7:31 am

SURABAYA: Sejumlah kalangan DPRD Jawa Timur mendesak pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk dapat menghidukan kembali sedikitnya 10 jalur KA yang pada masa lalu ada dan kini mati agar bisa berfungsi kembali guna mendukung rencana pengembangan angkutan masal berbasis kereta api di privinsi itu.

Ke-10 jalur KA yang telah ada sejak jaman Belanda dan kini mati itu yaitu Jalur Kamal-bangkalan, kamal-Sampang-pamekasan-sumenep-kalianget, Jember-Bondowoso-Situbondo, Klakah-Lumajang, Babat-Tuban, Bojonegoro Tuban.

Selanjutnya jalur Madiun-Magetan-Ngawi, Madiun-Ponorogo-Pacitan, Mojokerto-Mojosari-Gunung Gangsir-Gempol-Porong dan Sidoarjo-Tulangan-Tarik.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Mahdi mengatakan pihaknya memang tengah mengupayakan agar sejumlah ruas jalur KA di Jatim yang dulunya ada agar bisa difungsikan kembali.

“Proses mefungsikan kembali sejumlah jalur itu diharapkan untuk mendukung upaya pengembangan angkutan masal berbasis KA di Jatim, langkah ini diharapkan bisa menjadi moda angkutan alternative

mengimbangi pertumbuhan angkutan darat berbasis jalan yang hingga kini terlalu mendominasi,” kata Mahdi kepada Bisnis, hari ini.

Mahdi mengakui dominasi angkutan darat berbasis jalan itu mesti dikurangi karena ini akan berpengaruh bila ada hambatan pada sektor infrastruktur jalan maka arus distribusi barang, jasa dan penumpang akan terhambat.

“Setidaknya pada tahap awal, pengembangan angkutan KA sebagai moda angkutan masal itu untuk sarana alternative. Kedepannya diharapkan bisa menampung dan menjadi dominant dalam distribusi logistic termasuk penumpang,” tegasnya.(api)

Leave a Reply

*