Inflasi Jatim naik 18 kali lipat

Oleh: Ashari Purwo - 1 July 2011 | 5:36 am

SURABAYA: Badan Pusat Statistik mencatat selama Juni 2011 inflasi di Jawa Timur sebesar 0,54% jauh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya 0,03%, atau naik 18 kali lipat karena kenaikan harga bahan makanan.

Kepala Badan Pusat Statistik/BPS Jatim, Irlan Indrocahyo mengatakan dari sepuluh kota IHK di Jatim, Sumenep mencapai inflasi tertinggi 0,94%. Pada posisi selanjutnya Kediri 0,81% dan Jember 0,64%.

“Inflasi di Jawa Timur pada Juni 2011 dipengaruhi tingginya harga beras, daging ayam ras, bawang merah, tomat sayur, rokok kretek, ikan tongkol, jeruk, bandeng, dan tongkol,” katanya saat merilis berita resmi statistik di Surabaya, hari ini.

Namun inflasi di Jawa Timur, lanjut Irlan, tercatat lebih rendah dibanding angka inflasi nasional. “Di nasional inflasi tercatat sebesar 0,55%, dengan pemicu kenaikan harga beras, daging ayam ras, bawang merah, ikan segar, rokok kretek, dan emas perhiasan.”(dw)

1 Comment

Comments -49 - 0 of 1First« PrevNext »Last
  1. 0

    Busettt, gede bget naiknya. Egk slah hitung? Ini yg bnar BPS atau Wrwtannya?

Comments -49 - 0 of 1First« PrevNext »Last

Leave a Reply

*