E-KTP Malang terancam tertunda lagi
Oleh: Dwi Wahyuni - 9 September 2011 | 4:49 am
- 284 views
- Tweet
MALANG : Penerapan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) di Kota Malang terancam tertunda karena saat ini masih terhambat peralatan yang belum datang dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang Rahman Nurmala mengatakan dari 10 peralatan yang dibutuhkan, baru lima unit yang sudah dikirim dan saat ini sudah didistribusikan ke masing-masing kecamatan. “Pengiriman peralatan itu pun setelah Lebaran, sehingga belum bisa dioperasionalkan (digunakan) karena harus ‘di-setting’ dulu,” tegasnya seperti dikutip Antara hari ini.
Oleh karena peralatannya belum dikirim semua, katanya, maka setiap kecamatan hanya mendapatkan jatah satu alat, namun masih belum berfungsi. Satu paket peralatan yang sudah dikirim ke masing-masing kecamatan itu di antaranya “scanning” sidik jari, printer dan pas foto serta printer, sedangkan peralatan pelengkap lainnya belum dikirimkan.
Menurut Rahman, peralatan yang didatangkan dari Amerika Serikat itu mengalami keterlambatan pengiriman, sehingga di daerah pun juga terlambat. Akibatnya, program E-KTP yang penerapannya dijadwalkan awal Agustus lalu itu mengalami penundaan hingga beberapa kali. Bahkan, lanjutnya, sampai saat ini pun program E-KTP masih belum bisa dilaksanakan karena peralatannya belum lengkap.
Dampak lain dari keterlambatan pengiriman peralatan tersebut, tegasnya, proses bimbingan teknis bagi 100 operator yang akan menangani pembuatan E-KTP juga mundur.
Biaya operasional untuk menuntaskan E-KTP bagi 677 ribu jiwa di daerah itu, Dispendukcapil setempat mengajukan anggaran sebesar Rp1,7 miliar dari total kebutuhan yang mencapai Rp1,9 miliar melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2011.
Saat ini dana untuk biaya operasional penerapan program E-KTP yang dianggarkan dalam APBD 2011 hanya Rp185 juta, sehingga ada kekurangan sekitar Rp1,7 miliar. Namun, sampai saat ini belum ada kepastian persetujuan dari dewan. (Ant/dw)
- 0 Comments
- 284 views
Print