Sensasi menu romantis dan musik Jazz Hotel Tugu
Oleh: Choirul Anam - 25 October 2011 | 10:57 am
- 1747 views
- Tweet
SABTU (22/10) malam, sekitar pukul 19.00, para tamu satu-persatu datang ke Restoran Melati Hotel Tugu. Mereka kebanyakan berpasangan, dengan pacar, ada pula yang datang dengan isteri. Ada pula yang datang dengan relasi mereka.
Malam itu di Restoran Melati memang ada momen istimewa, bagi pecinta kuliner di Malang. Hotel Tugu menggelar special occasion dengan tajuk Degustation Dinner with Guest Chef Alex Ensor.
Alex pantas ditunggu penggemar karena dia telah berpengalaman di bidangnya. Bertahun-tahun tahun menjadi chef beberapa tempat restoran terkenal di Australia dan Jakarta itu menyajikan menu-menu hasil kreasinya dengan konsep dasar masakan Perancis.
Malam itu, dia menyanyikan menu-menu andalan, Seared yellowfin tuna, fennel, strawberry salad, fresh asparagus, cucumber, coriander, sauce ravigote, paired with Swan Bay Pinot Grigio(Australia); Homemade prawn ravioli, tomato concasse, champagne, and chive beurre blanc(Chile) , dan Organic chicken consommé, truffle, sweet corn dumpling, paired with Domain De La Tuilerie Celebration Viognier(France).
Selanjutnya, Steamed crispy skin duck breast, kumara puree, beetroot glaze, mandarin jus paired with Pebble Bay Pinot Noir(New Zealand), Australia beef tenderloin, paris mashed potato, shallot confit, merlot sauce paired with Estola Reserva Tempranillo(Spain), Raspberry jelly with yoghurt foam paired with Beringer White Zinfandel(USA), dan Cashewenut semifreddo, cashwenut brittle, caramel sauce, fresh berries paired with Borges Ruby Port(Portugal).
Paket dinner tersebut dikonsep dengan model incip-incip. Para tamu dapat menikmati atau mengincipi sensasi masakan mulai dari appetizer, sajian utama, hingga desert. Ibarat suatu perjalanan, maka para tamu menikmati sajian pembuka yang ringan agak berat, dan berat dengan sajian utama, yakni steamed crispy skin duck breast, kumara puree, beetroot glaze, mandarin jus paired with Pebble Bay Pinot Noir(New Zealand), Australia beef tenderloin, Paris mashed potato, shallot confit, merlot sauce paired with Estola Reserva Tempranillo(Spain).
Pada menu steamed crispy skin duck breast, kumara puree, beetroot glaze, mandarin jus, para tamu dapat menikmati sajian menikmati steamed bebek yang embuk dan lembut namun tidak kehilangan testurnya serta dilengkapi saus-saus yang padu, khas masakan Eropa.
.
Begitu juga dengan menu Australia beef tenderloin, paris mashed potato, shallot confit, merlot sauce paired with Estola Reserva Tempranillo(Spain), pengunjung restoran tersebut menikmati daging sapi impor asal Australia dengan kematangan yang pas serta empuk, namun dengan testur yang masih terlihat, tidak hilang. Ditambah sajian anggur Estola Reserva Tempranillo(Spain), maka menu tersebut semakin kuat dan lezat.
Penyanyian menu tersebut sungguh rumit dan istimewa. Untuk mendapatkan saos anggur, maka Alex perlu mengentalkan anggur. Proporsi 10 liter anggur dikentalkan menjadi satu liter. Proses pengentalan atau fermentasi tersebut membutuhkan waktu empat hari.
Sebagai penutup disajikan raspberry jelly with yoghurt foam paired with Beringer White Zinfandel(USA), Cashewenut semifreddo, cashwenut brittle, caramel sauce, fresh berries paried with Borges Ruby Port(Portugal). Sensasi desert berupa yogurt dan ice cream tersebut menjadikan sajian dinner menjadikan sempurna.
Sajian makanan dan anggur yang lezat menjadi semakin pas dengan alunan musik jazz lewat permainan piano musisi Mamek. Lagu-lagu oldies yang telah menjadi legenda dinyanyikan dengan apik oleh musisi bermaput perak. Lagu-lagu yang melegenda seperti Wonderful Tonight yang dipopulerkan oleh Eric Clapton dinyanyikan dengan manis oleh mamik.
Malam itu sungguh romantis, terutama pasangan muda-mudi yang memadu kasih, atau pasangan suami isteri yang terus berusaha memupuk rasa saling saying dan memiliki diantara mereka.
Alex sungguh ramah. Komunikasi dia dengan pecintanya tidak hanya direfleksikan dengan menu yang dia ciptakan, namun juga langsung menyalami tamu-tamu dengan mendatangi meja-meja. Dia dengan rendah hati untuk melayani ajakan foto bersama para tamu atau sekadar percakapan akrab.
Di tengah persaingan yang ketat antar-hotel di Malang, maka strategi pemasaran yang inovatif dan kreatif menjadi modal yang penting untuk memenangkan persaingan itu.
Hotel Tugu selalu berusaha mencari model yang inovatif dalam pemasaran untuk memenangi persaingan yang ketat antar-hotel di Malang. Strategi yang dilakukan hotel yang berada di Jl Tugu tersebut dengan mengedepankan produk unggulan, kuliner.
“Kami hanya menyediakan 49 kamar. Kalau kami bersaing dengan berjualan kamar, maka maka kami jelas kalah dengan hotel-hotel yang menyediakan kamar dengan jumlah yang lebih banyak sehingga lebih efisien,” kata Crescentia Harividyanti selaku Resident Manager Hotel Tugu.
Maka agar Hotel Tugu bisa tetap kompetitif dan memenangi persaingan, maka hotel yang mengusung konsep culture dan heritage itu memanjakan kastemernya dengan layanan kuliner.
Contoh layanan tersebut, seperti secara periodik menggelar special occasion. Seperti pada Sabtu (22/10), hotel yang menjadi langganan kalangan pejabat asal Jakarta, diplomat, hingga selebriti menggelar special occasion dengan tajuk Degustation Dinner with Guest Chef Alex Ensor.
“Special occasion ini sold out. Kegiatan ini kami kemas eksklusif. Hanya menyediakan 50 seat. Permintaannya lebih dari itu, namun chef menolak karena jika seat ditambah kesan eksklusif menjadi hilang,” kata Cresentia.
Pada perayaan Hollowen, pihaknya juga menggela special occasion dan respon pasa juga bagus. Kursi yang disediakan habis dipesan.
Ke depan, konsep special occasion terus akan dikembangkan. Bentuknya selain menggelar even yang berkaita dengan momen tertentu, juga dengan mengundang chef yang mempunyai reputasi internasional.
Respon pasar yang bagus terhadap even-even kuliner di Tugu, menurut dia, telah menunjukkan bahwa menikmati kuliner yang baik telah menjadi life style warga Malang.
Hotel Tugu juga telah dikenal masyarakat baik Malang maupun luar kota sebagai ikon yang mengusung kuliner sebagai life style. Karena itulah hotel tersebut menjadi tujuan wisatawan yang datang untuk menikmati sajian masakan-masakan berkualitas–terutama tradisional,
“Jadi meski mereka tidak menginap ke Tugu, mereka makannya di sini. Sebelum makan, mereka berjalan-jalan mengelilingi hotel, melihat koleksi hotel ini.”
Dengan konsep pengembangan yang seperti, hotel ini terus bisa bertahan. Padahal persaingan hotel di Malang sangat ketat. Ada 50 hotel lebih beroperasi di sini dan terus akan bertambah
- 0 Comments
- 1747 views
Print