Gresik Migas minta proses PI WMO segera dibahas
Oleh: Yuristiarso Hidayat - 19 December 2011 | 4:35 am
- 452 views
- Tweet
GRESIK: PT Gresik Migas, BUMD Migas milik Pemeritah Kabupaten Gresik
mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Pemkab Bangkalan untuk segera duduk bareng guna membahas proses pembagian participating interest atau working interest blok migas West Madura Offshore sebesar 10%-20% yang jadi jatah daerah penghasil.
BUMD Migas Gresik itu meminta Pemprov Jatim untuk fair agar menghentikan upaya-upaya yang dilakukan secara sengaja dalam rangka meminggirkan keterlibatan Kabupaten Gresik dalam proses pembagian saham pengelolaan blok migas WMO.
Direktur Utama PT Gresik Migas dan Juru Bicara PT Gerbang Oil dan Gas
Jatim WMO, Bukhari menegaskan seharusnya ketiga pihak itu (Gresik,
Bangkalan dan Provinsi Jatim) segera bisa membicarakan langkah
strategis dalam meraih share saham blok WMO yang telah dijanjikan oleh Pemerintah maupun manajemen PT Pertamina.
“Manajemen Pertamina telah memberikan lampu hijau bagi daerah
penghasil sebesar 10%-20% agar bias dikelola dalam bentuk WI [working interest] bagi keterlibatan daerah penghasil dalam blok WMO [West Madura Offshore]. Pemprov Jatim, Pemkab Bangkalan dan Pemkab Gresik mesti segera duduk bareng membahas hal itu,” kata Bukhari kepada Bisnis di Gresik, kemarin.
Bukhari menyatakan pihaknya telah berpatungan dengan BUMD Migas
Bangkalan, PT Bangkalan Petrogas untuk membentuk PT Gerbang Oil dan Gas Jatim WMO yang secara khusus bertujuan mendapatkan jatah share saham pengelolaa blok migas WMO dengan target 20,7%.
Dia mendesak Pemprov Jatim agar bisa arif dalam menyikapi proses
pembagian share saham pengelolaan blok migas lepas pantai utara
Bangkalan itu. “Hendaknya Pemprov bias menghentikan segala bentuk manuver-manuver yang tidak perlu untuk memarginalkan atau bahkan meniadakan peran Gresik dalam pengelolaan WMO. Regulasi-nya sudah jelas khususnya PP 55/2005, karena Gresik masuk kategori sebagai daerah lokasi lifting migas itu terjual,” tegasnya.
Pada kesempatan terpisah, Gubernur Jatim, Soekarwo membantah bila
pihaknya dikatakan memarginalkan posisi Gresik dalam proses pembagian
share saham WMO. “Tidak ada sedikitpun niat Pemprov Jatim menegasikan Gresik, bahkan agar adil Pemprov Jatim telah berkirim surat ke Kementrian ESDM [Energi Sumber Daya Mineral] guna minta izin melibatkan IAGI dalam melakukan survey pemetaan potensi migas WMO. Hasilnya akan jadi pijakan pembagian jatah saham daerah penghasil,” kata Soekarwo kepada Bisnis.
Soekarwo mengatakan keberadaan IAGI ini sebenarnya megacu pada proses penyelesaian kasus serupa saat pembagian saham blok migas Cepu antara Pemprov Jatim dengan Pemkab. Bojonegoro di satu sisi dan Pemprov Jateng dan Pemkab Blora pada sisi lainnya.
“Hasil pemetaan IAGI saat itu, ternyata yang jadi dasar untuk
disetujui bagi semua daerah penghasil blok Cepu. Tidak perlu kuatir
akan kredibilitas IAGI, karena mereka merupakan para expert [ahli]
dibidangnya.” (dw)
- 0 Comments
- 452 views
Print