GARAM MADURA: Panen Garam Rakyat Di Sampang Diperkirakan Mei
Oleh: Adam A Chevny - 10 April 2012 | 4:36 pm
- 727 views
- Tweet
SURABAYA: Kegiatan pertanian garam rakyat di Kab. Sampang, Madura, dijadwalkan berlangsung mulai bulan depan di area 4.200 hektare, seiring dengan membaiknya cuaca.
Di kabupaten tersebut saat ini masih terdapat stok garam rakyat sekitar 32.000 ton, yang merupakan sisa panen komoditas tersebut pada 2011.
Ketua Asosiasi Petani Garam (Aspag) Kab. Sampang Jakfar Shodiq mengatakan kondisi cuaca di kabupaten tersebut menunjukkan tanda-tanda yang bagus bagi usaha garam rakyat, dimana musim kemarau diperkirakan segera datang.
Menurutnya, petani garam di Kab. Sampang mulai melakukan pengadaan alat produksi seperti paralon dan kayu balok untuk pengerasan lahan.
“Penyiapan lahan garam dijadwalkan berlangsung awal Mei depan, dan diharapkan bisa memulai panen pada awal Juli, seperti pada 2011,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa 10 April 2012.
Jakfar menambahkan areal garam rakyat di Kab. Sampang mencapai 4.200 hektare atau terluas dibandingkan sentra-sentra garam rakyat lainnya di Madura, yakni Kab. Sumenep hanya sekitar 1.500 hektare dan Kab. Pamekasan 888 hektare.
Dalam kondisi cuaca normal (tidak ada hujan), volume panen garam rakyat bisa mencapai 70 hingga 80 ton per hektare dengan masa panen selama 4,5 bulan.
“Apabila musim kemarau dalam masa penggarapan lahan tahun ini cukup panjang, maka petani garam bisa untung seperti yang terjadi tahun lalu,” kata Jakfar.
Pada tahun lalu para petani garam di Madura mampu menangguk untung cukup besar, menyusul keberhasilan panen komoditas tersebut. Kondisi demikian didukung dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan para importir garam dan produsen garam beriodium untuk menyerap garam rakyat.
Harga garam rakyat kualitas I pada 2011 tercatat Rp800 per kg di atas truk di Surabaya. Sedangkan garam kualitas II berkisar Rp550 per kg – Rp650 per kg.
Menurut Jakfar, harga garam saat ini lebih tinggi yakni Rp650 per kg kualitas III di atas perahu di Sampang, sehingga sebagian petani masih menyimpan sisa panen tahun lalu. Hal itu karena harga diperkirakan naik lagi sebelum tiba panen pada awal Juli mendatang.
“Saat ini di Kab. Sampang masih terdapat stok garam rakyat sekitar 32.000 ton, yang melakukan penyimpanan adalah para petani kaya,” paparnya.(bas)
- 0 Comments
- 727 views
Print