XL AXIATA Area Timur Bukukan Pendapatan Rp1,49 Triliun Per Kuartal I/2012
Oleh: Dwi Wahyuni - 15 May 2012 | 5:19 pm
- 609 views
- Tweet
SURABAYA: PT XL Axiata Tbk Area Timur membukukan pendapatan sebesar Rp1,49 triliun sepanjang kuartal pertama 2012, atau 30% dari total pendapatan nasional sebesar Rp4,96 triliun.
Martono, Manager Management Service XL East Region, mengatakan pencapaian revenue tersebut tidak terlepas dari kinerja layann akses data yang secara umum terus menunjukkan peningkatan cukup signifikan.
“Pada tahun lalu kontribusi layanan data XL terhadap total pendapatan perseroan di area timur hanya tercatat 12%. Sepanjang kuartal pertama 2012 Januari-Maret 2012 meningkat menjadi 18% dari total revenue,” ujarnya, Selasa 15 Mei 2012.
Menurutnya, secara keseluruhan kinerja XL di area timur tidak jauh berbeda dari kinerja perseroan secara nasional. XL area timur yang meliputi Jatim, Bali, NTB, dan NTT itu juga mencatat pertumbuhan revenue hampir 9% selama triwulan I 2012 dibandingkan dengan periode sama 2011.
Kenaikan pendapatan dari layanan data ikut mendongkrak kinerja perseroan tersebut.
“Memang dibandingkan dengan pendapatan dari SMS dan voice, akses data masih tergolong kecil. Akan tetapi secara perlahan sudah mulai menggeser SMS,” ungkap Martono.
Bahkan, lanjutnya, tanda-tanda penurunan dari layanan tersebut sudah mulai terlihat. Sepanjang kuartal pertama merosot 7%. Peningkatan jumlah pengguna BlackBerry ikut berperan mengalihkan kebiasaan pelanggan dari SMS dan voice ke layanan data, seperti BB Messengers (BBM).
”Kami targetkan tahun ini pelanggan BlackBerry XL di area timur naik di kisaran 125%,” katanya.
Khusus di Jatim, sambungnya, jumlah pelanggannya BB saat ini mencapai 343.000. Dari jumlah itu sekitar 125.000 pelanggan di Surabaya.
Sampai kuartal I ini pelanggan BlackBerry XL di Jawa Timur sudah tumbuh 1,5 kali lipat.
Namun, Martono tidak menolak jika dalam perkembangan ke depan bisnis layanan data mengalami hal yang sama dengan layanan SMS dan voice, yakni kompetisi antaroperator yang semakin ketat mendorong terjadinya perang tarif.
Saat ini, lanjutnya, tanda-tanda persaingan tarf murah yang dikemas dalam paket promosi itu sudah mulai terlihat.
“Akan tetapi kemunginan besar kompetisi tarif layanan data tidak
sekeras SMS dan voice. Beda Rp50 hingga Rp100 bisa jadi bertahan
dengan catatan aksesnya cepat tidak lemot. Lain dengan SMS dan voice
yang super sensitif terhadap harga,”ungkap Martono.
Dalam kondisi seperti itu, menurutnya, ketersediaan infrastruktur jaringan akan menjadi penentu bagi operator untuk dapat mempertahankan
pelanggannya.
XL berkomitmen terus menambah kapasitas dan jumlah jaringan. Khusus di regional timur saat ini total BTS XL mencapai 12.000 unit. (bas)
- 0 Comments
- 609 views
Print