INTISIPASI BENCANA: BPBD Bojonegoro Waspadai Ancaman Kekeringan

Oleh: Antara - 28 June 2012 | 4:30 pm

 

BOJONEGORO: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jatim, mewaspadai ancaman kekeringan yang terjadi di daerah setempat.

“Namun, diperkirakan kekeringan yang mengakibatkan warga kesulitan air bersih itu tidak separah tahun lalu, ” kata Kasi Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sutardjo, Kamis, 28 Juni 2012.

Dia  menjelaskan  sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMK) Karangploso, Malang, pada kemarau ini masuk kemarau basah.

Dengan kondisi itu, lanjutnya, pada musim kemarau ini kemungkinan masih turun hujan, sehingga tidak mengakibatkan kekeringan yang parah sebagaimana kemarau tahun lalu.

Meski demikian,   Sutardjo  mengimbau  jajaran desa dan kecamatan, secepatnya melapor kalau menjumpai ada warganya yang mengalami kesulitan air bersih. “Saat ini, kami belum menerima laporan ada warga yang meminta pasokan air bersih.”

Dia menjelaskan  penanganan kesulitan air bersih yang dialami warga, dilakukan bekerja sama dengan BNPB  Pusat dan Provinsi Jatim.

“Pelaksanaan pendistribusian air bersih ditangani BPBD, tapi pendanaannya dari BNPB, seperti halnya dalam penanganan kekeringan yang terjadi tahun lalu,” katanya.

Menurut data di BPBD Bojonegoro, pada  kemarau tahun lalu  warga yang mengalami kesulitan air bersih sebanyak 18.473 jiwa (69.681 kepala keluarga/KK), yang tersebar di 49 desa di 17 kecamatan, antara lain di Kecamatan Temayang, Kedungadem, Kapas, Sukosewu, Balen, dan Ngasem.

Upaya mengatasi kekeringan, lanjut Sutardjo, juga dilakukan dengan membangun 56 embung dengan kapasitas berkisar 27.000 meter kubik hingga 275.000 meter kubik, di sejumlah kecamatan yang daerahnya mengalami kekeringan.

Selain itu, lanjutnya, pemkab juga membangun 105 sumur resapan, yang masing-masing sumur memiliki diameter 1 meter, sedalam 4 meter. “Tujuan pembangunan embung dan sumur resapan, untuk menahan air hujan.” (if)

Leave a Reply

*