KENAIKAN GAS: Surabaya Agung Sulit Pacu Pertumbuhan Produksi Kertas
Oleh: Dwi Wahyuni - 29 June 2012 | 9:05 pm
- 468 views
- Tweet
SURABAYA: Kenaikan harga gas untuk industri di Jatim sebesar 36% per September 2011 membuat PT Surabaya Agung Industri Pulp dan Kertas Tbk kesulitan memacu pertumbuhan produksi.
Akibatnya dari total kapasitas terpasang pabrik kertas tersebut sebesar 230.000 ton per tahun hanya terpakai 17%.
“Tingginya harga gas yang diperparah dengan masih tersendatnya pasokan energi tersebut kami hanya bisa berproduksi sekitar 40.000 ton,” ungkap Direktur Keuangan Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas Antok Handoko pada paparan publik, Jumat, 29 Juni 2012.
Bahkan, pasokan gas yang sering tidak menentu ini membuat perseroan terpaksa menunda penambahan mesin kertas No. 10 yang seharusnya sudah bisa beroperasi pada 2011. Antok mengatakan kenaikan harga gas industri yang sekarang diributkan pelaku industri di Jabodetabek sudah lebih dulu dialami perusahaan di Jatim.
“Kenaikan harga gas ini memang hanya yang dalam tarif US Dollar yakni naik sebesar 55%, sedangkan dalam bentuk rupiah tidak naik tetapi kalau dirata-rata peningkatannya menjadi 36%.”
Antok menyebutkan kebutuhan gas untuk industri kertas seperti Surabaya Agung relatif besar karena bukan hanya untuk menggerakkan broiller tetapi juga mesin turbin untuk pembangkit listrik.
Untuk mengatasi permasalahan energi ini, tambah Any Indrawati Direktur Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas menambahkan mau tidak mau industri kertas harus bisa membangun power plant batubara. Surabaya Agung sendiri juga berencana memiliki powe plant.
“Secara umum rencana tersebut sudah memperoleh persetujuan dari pemegang saham. Akan tetapi belum sampai pada tahap penandatanganan sehingga belum bisa dilaporkan kepada BEI,” ujanya
Untuk tahap awal pembangunan power plant ini akan menghasilkan energi sebesar 30 mega watt. Setidaknya proyek tersebut sudah dapat direalisasikan pada tahun depan. “Kami sekarang sedang menjajaki pihak ketiga untuk mendapatkan tambahan dana investasinya.”
Any berharap penyelesaian permasalahan energi nantinya akan dapat mendongkrak produksi serta kinerja perseroan secara keseluruhan. Apalagi perseroan tersebut sudah memiliki mesin pengolahan bahan baku dari kertas bekas untuk menyiasati kenaikan harga bahan baku pulp. (if)
- 0 Comments
- 468 views
Print
