BULOG MALANG Serap 46.500 Ton Beras Petani

Oleh: Choirul Anam - 20 July 2012 | 8:30 pm

MALANG—Bulog Malang sampai memasuki musim panen musim kemarau (MK) I berhasil menyerap beras petani sebesar 46.500 ton, atau 74% dari target pengadaan 2012.

Kepala Bulog Malang Awaluddin Iqbal mengatakan dari sisi stok sampai saat masih ada sebanyak 35.000 ton, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan tujuh bulan  ke depan.

“Kebutuhan operasional kami per bulan mencapai sekitar 5.000 ton. Jadi stok kami aman sampai Februari tahun depan,” ungakapnya, Jumat (20/7/2012).

Dengan pencapaian pengadaan beras sebesar itu berarti  74% dari target pengadaan beras 2012 yang sebesar 63.000 ton. Kekurangan target itu bisa dipenuhi dari musim panen MK 1 dan MK II.

Optimistisme itu didasarkan pada fakta harga beras di pasar masih stabil, sekitar Rp7.000 per kg untuk kualitas medium.

Dengan harga beras sebesar itu di pasar, dia nilai, maka harga beras di tingkat petani masih dalam jangkauan harga pembelian pemerintah (HPP)  yang dipatok sebesar Rp6.600 per kg.

Pertimbangannya, harga beras sebesar Rp7.000 per kg itu sudah melewati mata rantai yang  panjang. Jika bulog mampu menyerap beras di tingkat hulu,  masih bisa memperoleh beras dengan harga sesuai HPP.

Untuk memutus mata rantai distribusi beras, Bulog Malang menggandeng gabungan kelompok tani (Gapoktan). Gapoktan diharapkan bisa langsung memasok beras ke Bulog.
Cara lain, Bulog Malang membentuk Satgas Pengadaan Beras. Dengan adanya Satgas tersebut,  upaya pengadaan bisa lebih cepat dan fleksibel.

Wilayah kerja mereka tidak hanya di wilayah kerja bulog malang, melainkan bisa merambah ke sentra-sentra beras yang penting di Jawa Timur. Namun beras yang terbanyak diperoleh dari wilayah Kab. Pasuruan, yang termasuk wilayah kerja Bulog Malang.

Selain itu, beras yang berpeluang diserap Bulog adalah beras yang berada  tangan pengusaha besar hasil pengadaan musim penghujan. Pengusaha biasanya terpaksa melepas beras mereka karena selain biaya perawatanya mahal, mereka juga memerlukan dan yang segar untuk menyerap beras hasil panen di MK I dan MK II.

Biasanya, pengusaha menahan beras dengan harapan bisa memperoleh keuntungan yang lebih baik saat memasuki MK I dan MK II. Asumsinya, beras di MK I dan MK II biasanya jumlahnya terbatas sehingga harganya terdongkrak naik.

Namun di lapangan, ternyata harga beras ternyata stabil. Dengan harga beras yang stabil, maka dapat diasumsikan pasokan beras di pasar masih banyak, begitu juga yang ada di pengusaha dan petani.

Dengan asumsi yang seperti, ujarnya, pengadaan beras untuk 2012 tidak memperoleh kendala yang berarti. Dengan HPP beras sebesar Rp6.600 per kg, diproyeksikan Bulog Malang masih mampu menyerap beras sesuai dengan target yang dipatok. (bas)

 

Leave a Reply

*