INFLASI JATIM: Pencapaian Agustus Diprediksi Melebihi Juli

Oleh: Dwi Wahyuni - 3 August 2012 | 8:20 pm

SURABAYA: Inflasi Jatim pada Agustus 2012 diperkirakan  mencapai 0,81% hingga 0,95% jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi Juli  sebesar 0,63%.

Hamid Ponco Wibowo,  sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa
Timur mengatakan lonjakan konsumsi dan kenaikan   harga pangan  selama Ramadan dan
Lebaran perperan besar terhadap laju inflasi Jatim pada Agustus 2012.

Menurut catatan TPID Jatim,  lima komoditas pangan yang akan memberikan
kontribusi besar terhadap laju inflasi bulan ini yakni beras, terigu,
gula, minyak goreng serta komoditas bumbu seperti bawang merah, bawang
putih dan cabe rawit.

“Lonjakan konsumsi tersebut diperkirakan akan mendongkrak inflasi Jatim
hingga  berada di kisaran 0,81% -0,95%,” ungkap Hamid,  yang juga menjabat
sebagai Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV

Dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu,  inflasi kali ini tercatat lebih tinggi. Pasalnya,  pada Ramadan  yang jatuh pada Juli   berhimpitan dengan masuknya tahun  ajaran baru. “Juli inflasi Jatim  sudah  tinggi yakni 0,63% kendati masih diabawah inflasi nasional  sehingga
Lebaran dipastikan akan semakin tinggi.”

Untuk laju inflasi tahunan (YoY), lanjutnya, tim TPID memperkirakan akan
berada di angka 4,6%. Perkiraan tersebut  sudah mempertimbangkan berbagai
upaya untuk menjaga kestabilan harga. Salah satunya menyediakan subsidi
angkutan.

Untuk sektor  sandang kemungkinan pengaruhnya tidak telalu
besar. “Balanja masyarakat  untuk pakaian memang meningkat tetapi
fluktuasi harganya tidak sesignifikan sektor pangan,” jelas Hamid. (if)

Leave a Reply

*