LISTRIK PRABAYAR: PLN Jatim Himpun 1,060 Juta Pelanggan

Oleh: Adam A Chevny - 7 August 2012 | 4:11 pm

SURABAYA: PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur hingga semester I   menghimpun 1,060 juta pelanggan listrik prabayar, sementara pertumbuhan  konsumsi daya listrik di provinsi tersebut mencapai  12,4%.

General Manager PT PLN Distribusi Jatim Haryanto WS menyebutkan pertumbuhan  konsumsi listrik sebesar itu terealisasi melalui penyambungan daya 700 mega  watt (MW) terhadap 261.000 pelanggan baru selama semester I tahun ini.

Menurutnya, sebagian dari pelanggan PLN Jatim meminati sistem prabayar
yakni menggunakan token, sehingga bisa mengatur pengonsumsian daya listrik.

Sistem tersebut dikembangkan sejak 2009, dimana pelanggan PLN bisa membeli  token (semacam pulsa telepon selular) dengan harga berkisar Rp20.000–Rp1  juta, sehingga total penggunaan listrik tanpa baca meteran.

“Hingga semester I tahun ini kami telah menghimpun 1,060 juta pelanggan
listrik prabayar atau peringkat kedua sesudah Jabar dan Banten sebanyak 1,6
juta pelanggan lebih, sementara secara nasional mencapai 6 juta pelanggan,”
ujarnya,  di Surabaya, Selasa (7/8/2012)

PLN Jatim  saat ini melayani 8,3 juta pelanggan melalui i 16
kantor area pelayanan dan jaringan.

Haryanto menambahkan pihaknya hingga akhir Desember mendatang menargetkan  layanan terhadap 500.000 pelanggan baru dengan penjualan daya listrik  berkisar 1.200 MW–1.500 MW.

Adapun pendapatannya diproyeksikan naik  menjadi Rp18 triliun, sesudah pada 2011 merealisasikan pendapatan Rp16  triliun.

Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim Arkat  Matulu menyebutkan beban puncak listrik di provinsi tersebut k ini
tercatat 4.200 MW, sedangkan ketersediaan daya listrik mencapai 7.000 MW.

“Ketersediaan daya listrik mengalami surplus, dan pada tahun depan
surplusnya akan semakin besar seiring masuknya produksi listrik dari PLTU
Tanjung Awar-Awar dan PLTU Pacitan. Kami sangat terbuka terhadap permintaan  sambungan dari calon pelanggan industri,” paparnya. (if)

Leave a Reply

*